Ciuman pertama.
—dengan Pudjiono Iya, dia laki-laki. Ciuman saya dengannya terjadi saat saya masih berusia kira-kira 9 tahun. Dia berkumis dan saya suka dicium lelaki berkumis tipis. Dia mendekatkan bibirnya pada kening saya. Ciuman itu terjadi suatu sore di samping motor gede yang ia biarkan menyala. Dia mencium saya setelah memberi saya 2 lembar uang dua ribuan yang masih baru. Saya meronta. Saya tidak suka dicium pria dewasa. Ciuman sore itu adalah satu-satunya ciumannya yang saya ingat. Bagi saya, itulah ciuman pertama dan terakhirnya. Ciuman itu terjadi saat dia mau berangkat dari rumah. Tahun 2013 lalu saya mengirim pesan singkat bahwa pertengahan bulan juli saya akan merayakan kelulusan saya, saya berjanji saya tidak akan menolak ketika kamu cium. Dan,Iya. kamu tidak pernah menemukan alamat sekolah saya. Pudjiono adalah ayah saya.