Tentang hal - hal yang belum selesai
Aku perempuan yang hatinya gelap gulita. Lantaran terselimuti kenangan-kenangan. Dan kini aku adalah seorang pendendam yang genit. Akan ku balas apa yg pernah dia buat kepada ku. Dan aku tak tahu kapan harus berhenti. Aku tidak percaya pada mereka yang perhatian. Yang bertanya aku dimana dan mengucapkan selamat pagi. Manis-manis yang begitu itu omong kosong. Kisah-kisah menyakitkan itu kerap membuat aku merasa takut kepada cinta. Takut kecewa lagi. Takut ujungnya sama saja; dia anggap remeh. Basa-basi yang kamu tunjukan itu seperti sebuah film pendek tugas semester 4. Di mana di dalamnya aku pemeran sekaligus penonton. Cerita yang ditutup oleh penyesalan. Aku mencintaimu dengan rasa takut yang tak pernah mampu ku tulis. Cukuplah kita, sebagai bahagia yang penuh umpama atau barangkali sebagai doa yang belum tentu di amin-i. Cinta adalah sakit yang tak kunjung sembuh. Kelak ketika musim penghujan tiba, akan aku buatkan kamu secarik puisi yang tidak melibatkan kata-kata susah, agar ...