Kepada anak laki-laki seseorang yang menjadikan aku sebagai kekasihnya.
aku menulis puisi sebab waktu kanak-kanak aku ingin menjadi seorang pramugari—dan tidak mau saudara kandung ibuku dan teman-temanku tertawa sekali lagi karena ibuku janda tukang cukur rambut. aku menulis puisi agar mereka tahu anak tukang cukur rambut juga boleh menyimpan cita-citanya di bulan, di langit, atau di tempat yang jauh lebih tinggi. aku menulis puisi sebab aku tidak mau menyakiti hati ibuku dengan kata-kata saat aku tidak mampu menjadi anak perempuan yang kuat menahan perut kosong karena penyakit yang lahir bersama lambungku. aku menulis puisi agar ibuku mau tersenyum ketika ia lelah menunggu seharian dan tak ada seorang pelanggan-pun datang. aku menulis puisi sebab aku ingin mengungkapkan kepada saudara ibuku, aku tak mampu beli sepatu dan baju model terbaru. aku tak mampu mentraktir teman dekatku ketawa bersama menonton bioskop atau ke kafe bagus. aku menulis puisi agar mereka tahu kata-kata telah membuat aku tak bunuh diri karena setiap hari mendengar mereka menertaw...