Postingan

Menampilkan postingan dari 2017

Kepada anak laki-laki seseorang yang menjadikan aku sebagai kekasihnya.

aku menulis puisi sebab waktu kanak-kanak aku ingin menjadi seorang pramugari—dan tidak mau saudara kandung ibuku dan teman-temanku tertawa sekali lagi karena ibuku janda tukang cukur rambut. aku menulis puisi agar mereka tahu anak tukang cukur rambut juga boleh menyimpan cita-citanya di bulan, di langit, atau di tempat yang jauh lebih tinggi. aku menulis puisi sebab aku tidak mau menyakiti hati ibuku dengan kata-kata saat aku tidak mampu menjadi anak perempuan yang kuat menahan perut kosong karena penyakit yang lahir bersama lambungku. aku menulis puisi agar ibuku mau tersenyum ketika ia lelah menunggu seharian dan tak ada seorang pelanggan-pun datang. aku menulis puisi sebab aku ingin mengungkapkan kepada saudara ibuku, aku tak mampu beli sepatu dan baju model terbaru. aku tak mampu mentraktir teman dekatku ketawa bersama menonton bioskop atau ke kafe bagus. aku menulis puisi agar mereka tahu kata-kata telah membuat aku tak bunuh diri karena setiap hari mendengar mereka menertaw...

Tentang hal - hal yang belum selesai

Aku perempuan yang hatinya gelap gulita. Lantaran terselimuti kenangan-kenangan. Dan kini aku adalah seorang pendendam yang genit. Akan ku balas apa yg pernah dia buat kepada ku. Dan aku tak tahu kapan harus berhenti. Aku tidak percaya pada mereka yang perhatian. Yang bertanya aku dimana dan mengucapkan selamat pagi. Manis-manis yang begitu itu omong kosong. Kisah-kisah menyakitkan itu kerap membuat aku merasa takut kepada cinta. Takut kecewa lagi. Takut ujungnya sama saja; dia anggap remeh. Basa-basi yang kamu tunjukan itu seperti sebuah film pendek tugas semester 4. Di mana di dalamnya aku pemeran sekaligus penonton. Cerita yang ditutup oleh penyesalan. Aku mencintaimu dengan rasa takut yang tak pernah mampu ku tulis. Cukuplah kita, sebagai bahagia yang penuh umpama atau barangkali sebagai doa yang belum tentu di amin-i. Cinta adalah sakit yang tak kunjung sembuh. Kelak ketika musim penghujan tiba, akan aku buatkan kamu secarik puisi yang tidak melibatkan kata-kata susah, agar ...

Menjadi Asing.

Barangkali, aku ingin abai kepadamu. Apa kamu baik-baik saja di sana? Tentu semua bisa berjalan dengan semestinya bukan? Kini sudah saatnya aku menyadari satu hal. Aku ternyata benar-benar telah kehilanganmu. Kamu menjadi lain dan asing untuk hal-hal yang kuimpikan. Aku tau kamu sedang membiasakan diri tanpa aku. Kamu sedang mencoba menikmati hidupmu yang baru. Aku pun begitu, sebenarnya aku juga ingin belajar menerima kenyataan, kamu tidak ada lagi disini. Kamu bukan orang yang cerewet lagi kalau aku lupa makan sebab aku tidak pernah mau makan sendirian. Kamu juga bukan orang yang peduli lagi kalau aku memaksakan diri bolos jam kuliah saat hujan. Kamu membiasakan diri untuk tidak menjadi kebiasaanku lagi. Namun, sayang. Tahukah kamu? Semua kebiasaan itu membuatku dihantam kehilangan. Tak usah kamu tanya bagaimana sesaknya. Kamu tau bagaimana rasanya menjabarkan sedih. Kehilangan membuatku tak ingin mengenali diriku sendiri. Sekarang ini pasti kamu sedang bertanya-tanya; "bagaim...

Rumit.

Hello, saya kembali. Saya mencoba menenangkan diri, menjauh dari hobi saya, karena suatu kesalahan yang saya buat sendiri. Saya mencoba menjabarkan sedikit permasalahan yang saya tidak mampu berpikir dan menguraikannya sendiri, sendirian. Dan, nyatanya ini sudah remuk dan berserakan. Dengan seseorang asing, kadang kamu temukan keintiman yang lain. Sebuah hangat yang bukan pelukan, bukan ciuman. Seperti angin yang tak bisa di duga kapan kencangnya. Ada lalu tak ada. Hangatnya kadang melebihi pertemuan dua tubuh yang saling memasrahkan diri. Bergetar, dan tak ingin tanggal- jika boleh tinggal lebih lama. Aku ingin tinggal lebih lama di kota ini, kota rumit ini. Tiga hari lalu saya melihat beberapa foto yang kamu gabungkan menjadi satu postingan, menggunakan fitur instagram terbaru. Seseorang dengan kaos merah yang saya suka saat kamu kenakan itu, dengan kepulan asap rokok di mulutnya. Tentu dengan kumis tipis yang runcing beda panjang antara sisi kanan dan kiri-mu itu. Seruncing kedu...