Rumit.
Hello, saya kembali. Saya mencoba menenangkan diri, menjauh dari hobi saya, karena suatu kesalahan yang saya buat sendiri. Saya mencoba menjabarkan sedikit permasalahan yang saya tidak mampu berpikir dan menguraikannya sendiri, sendirian. Dan, nyatanya ini sudah remuk dan berserakan. Dengan seseorang asing, kadang kamu temukan keintiman yang lain. Sebuah hangat yang bukan pelukan, bukan ciuman. Seperti angin yang tak bisa di duga kapan kencangnya. Ada lalu tak ada. Hangatnya kadang melebihi pertemuan dua tubuh yang saling memasrahkan diri. Bergetar, dan tak ingin tanggal- jika boleh tinggal lebih lama. Aku ingin tinggal lebih lama di kota ini, kota rumit ini. Tiga hari lalu saya melihat beberapa foto yang kamu gabungkan menjadi satu postingan, menggunakan fitur instagram terbaru. Seseorang dengan kaos merah yang saya suka saat kamu kenakan itu, dengan kepulan asap rokok di mulutnya. Tentu dengan kumis tipis yang runcing beda panjang antara sisi kanan dan kiri-mu itu. Seruncing kedu...