Kudamaikan Perasaanku.

tidak pernah kurasakan sejauh ini berjarak denganmu. semakin hari, tembok yang kau bangun semakin tinggi. sedang di sini, aku hanya diizinkan untuk menebak apa pun yang tersembunyi. kau tahu bukan, bahwa aku hanya manusia biasa. Tuhan tidak memberiku keistimewaan untuk bisa membaca pikiran orang. tetapi tidak apa-apa, aku akan tetap menerima jika pada akhirnya bukan aku seseorang yang kaupersilakan masuk ke dalam hidupmu, melihat lebih dekat apa pun yang kauberi sekat.

.

teruntuk kamu, seseorang yang dicintai begitu baik oleh hatiku. mungkin tulisan ini tidak terbaca olehmu, sebab banyaknya waktu sibukmu, aku tahu, tidak tersisa sedikit pun bagimu untuk aku. tidak apa-apa, aku menulis ini hanya ingin membuat hatiku sedikit lega.

.

jika suatu saat nanti kamu melihatku mulai melangkah mundur menjauhimu, bahkan membelakangimu, ketahuilah bahwa aku pernah dengan sabar menunggumu di depan pintu, berharap kamu mempersilakanku masuk. tetapi, penantian baikku tidak pernah ternilai baik di matamu. tidak, aku tidak ingin marah padamu. setiap orang berhak memilih siapa yang dipersilakan masuk ke dalam hidupnya, termasuk juga kamu.

.

aku senang menunggumu. jika waktu mengizinkan, mungkin bisa selamanya aku menantimu. tetapi, tidak demikian. ketidakmampuanku menunggu, di luar dayaku. kepadaku waktu berbisik, bahwa kesabaran manusia dalam menunggu, memiliki batas waktu. maka, sebelum aku benar-benar pergi, terimalah permohonan maafku, sebab aku tidak bisa berlarut terlalu lama dalam penantian panjang yang tanpa kepastian.

.

dan aku harus mengaku; bahwa ternyata, bukan aku yang memenangkan hatimu. bahwa ternyata, aku gagal menjadi seseorang yang pantas untuk dicintaimu.

.

kelak, sepanjang aku hidup, aku akan terus berdoa untuk kebahagiaanmu, tanpa sedikit pun aku mengutuk masa lalu.

.

kini, akhirnya aku harus mengakhiri.

.

satu yang harus kamu ketahui, bahwa aku pernah percaya malaikat menjaga cintaku yang padamu. sampai akhirnya aku tiba pada takdir yang memintaku harus menjauhimu.

.

demi bahagiamu.

kudamaikan perasaanku.

melepasmu.

.

.

💌: @penakecil_id

Komentar